Tuesday, 6 October 2015

KISAH UANG Rp1000 dan Rp 100.000


KISAH UANG Rp1000 dan Rp 100.000

Uang Rp 1000 dan Rp 100.000 sama2 terbuat dari kertas, sama2 dicetak dari Bank Indonesia..Pada saat bersamaan mereka keluar dan berpisah dari Bank dan beredar di masyarakat.
3 bulan kemudian mereka bertemu lagi secara tidak sengaja didalam dompet seorang pemuda.. Kemudian diantara kedua uang tsb terjadilah percakapan yg Rp 100.000 bertanya kepada yg Rp 1000.
"kenapa badan kamu begitu lusuk,kotor,dan bau amis...?" dijawablah olehnya, "karena aku begitu keluar dari Bank langsung ditangan orang2 bawahan dari tukang becak, tukang sayur, penjual ikan dan ditangan pengemis"
Lalu Rp 1000 bertanya balik pada Rp 100.000," Kenapa kamu kelihatan begitu baru,rapi dan
masih bersih?" dijawabnya, "karena begitu aku keluar dari Bank, langsung langsung disambut perempuan cantik dan beredarnya pun di restauran mahal, di Mall dan juga dihotel-hotel berbintang serta keberadaanku selalu dijaga dan jarang keluar dari dompet"
Lalu Rp 1000 bertanya lagi," pernahkah engkau mampir di tempat Ibadah? " dijawablah..."Belum pernah"
Rp 1000 pun berkata lagi," ketahuilah walaupun keadaanku seperti ini adanya, setiap Jum'at aku
selalu mampir di MASJID dan ditangan anak2 Yatim, bahkan aku selalu bersyukur kepada TUHAN. Aku tidak dipandang manusia bukan sebuah nilai tapi yg dipandang adalah sebuah manfaat.
"Akhirnya menangislah uang Rp 100.000 karena merasa besar, hebat, tinggi tapi tidak begitu
bermanfaat selama ini.
Jadi...bukan seberapa besar penghasilan Anda, tapi seberapa bermanfaatnya penghasilan anda
itu. Karena kekayaan bukanlah untuk kesombongan...
Semoga kita termasuk golongan orang2 yg selalu mensyukuri nikmat dan memberi manfaat untuk semesta alam serta dijauhkan dari sifat SOMBONG.

Sunday, 27 September 2015

11 HAL YANG HARUS DIINGAT SEBELUM MENGELUH



1. Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik, Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali.

2. Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

3. Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa, Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta di jalanan.

4. Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk, Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.

5. Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istrimu. Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup.

6. Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu, Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.

7. Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu, Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.

8. Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya, Pikirkan tentang orang-orang yang tinggal di jalanan.

9. Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir, Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan

10. Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, Pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.

11. Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.

10 Sikap Hidup Bahagia dari Mahatma Gandhi


10 Sikap Hidup Bahagia dari Mahatma Gandhi

Banyak dari kita yang menginginkan kebahagiaan, dan bagaimana cara mencapainya. Mahatma Gandhi (1869-1948), seorang pemimpin spiritual, politisi, pejuang, dan aktivis perdamaian dunia mengungkapkan pemikirannya dalam 10 poin berikut ini:
1. Lepaskan rasa khawatir dan takut. Perasaan-perasaan itu hanyalah imajinasi pikiran akan suatu kejadian di masa depan yang belum tentu terjadi. Dan lagi, kebanyakan hal-hal yang kita khawatirkan dan takutkan tidak pernah terjadi.
2. Jangan dendam. Dendam dan amarah yang disimpan hanya akan menyedot energi serta mendatangkan kelelahan dalam jiwa. Buanglah!
3. Berhenti mengeluh. Mengeluh berarti “tidak menerima apa yang ada saat ini”. Secara tak sadar, kita membawa-bawa beban negatif.
4. Bila ada masalah, selesaikan satu persatu. Ini cara paling efektif untuk menangani banyak persoalan.
5. Tidurlah dengan nyenyak. Masalah yang terjadi, tidak perlu dibawa tidur. Hal tersebut buruk dan tidak sehat. Biasakanlah tidur dengan nyaman.
6. Jauhi urusan orang lain. Biarkan masalah orang lain menjadi urusan mereka sendiri. Mereka memiliki cara sendiri untuk menyelesaikan masalahnya.
7. Hiduplah saat ini, bukan masa lalu. Nikmati masa lalu sebagai kenangan, dan jangan bergantung padanya. Fokus dan konsentrasilah pada kejadian saat ini, karena apa yang kita miliki adalah saat ini, bukan kemarin, bukan besok!
8. Jadilah pendengar yang baik. Saat menjadi pendengar, kita bisa belajar sekaligus mendapatkan ide dari pengalaman orang lain.
9. Berpikirlah positif. Rasa frustasi datang dari pikiran negatif. Maka berpikir dan bertemanlah dengan orang-orang yang berpikiran positif, serta terlibatlah dengan kegiatan-kegiatan positif.
10. Bersyukur. Sekecil apapun karunia yang kita terima, jika kita bisa mensyukurinya, pasti akan menghasilkan hal-hal besar dan membawa kita kepada kebahagiaan.


Perpustakaan Sekolah Sebagai Pembangkit Minat Baca Siswa


Perpustakaan Sekolah Sebagai Pembangkit Minat Baca Siswa

              Kepintaran seseorang dapat berawal dari kegiatan membaca. Kegiatan membaca tidak hanya dilakukan sekali atau duakali tetapi beberapa kali. Untuk mencapai hasil yang maksimal. Namun untuk mencapai itu semua tidak mudah dan diperlukan keniatan akan minat baca itu sendiri yang berawal dari dalam diri sendiri. Selain itu minat baca lebih lengkap dengan adanya perpustakaan.
             Perpustakaan pada umumnya memberikan layanan kepada siswa dengan cara bermacam-macam, tergantung dari tingkat usia dan pendidikan mereka. Namun, karena siswa pada umumnya masih sangat perlu diberi banyak motivasiuntuk senang membaca, maka pemberian layanan yang berupa penyediaan berbagai bahan bacaan yang merangsang minat baca mereka sangat diutamakan.
             Bahan-bahan bacaan yang dimaksud bukan hanya buku-buku pelajaran atau buku-buku yang diharuskan oleh guru untuk dibaca, melainkan bahan-bahan bacaan yang dapat menarik minat mereka untuk menyentuhnya dan kemudian membacanya.
             Dengan kata lain siswa dibiarkan untuk memilih sendiri buku-buku atau bacaan yang lainnya yang disukai tanpa diperintah sehingga perpustakaan dapat meningkatkan minat baca seorang siswa sangat rendah, tetapi dengan adanya perpustakaan semacam itu diharapkan minat baca seorang siswa dapat meningkat dan membangkitkan minat baca siswa.
             Dalam mewujudkan semua itu perpustakaan haruslah memperkaya perpustakaanya, sehingga siswa tidak merasa bosan di perpustakaan. Di dalam perpustakaan harus adanya pustakawan yang mampu mengarahkan atau menunjukan bahan-bahan pustaka, yang baik dan perlu dibaca oleh setiap siswa. Setidaknya keinginan membaca dan belajar siswa terus diikuti dan dikembangkan dengan cara menyediakan bahan-bahan pustaka yang cukup bervariasi.
             Perpustakaan yang kaya akan bahan koleksi yang beraneka ragam akan sangat memperkaya pengalaman batin dan intelektual siswa. Sehingga harus adanya kerja sama antara guru dan pustakawan untuk memperoleh bantuan dari para orang tua siswa agar koleksi perpustakaanya selalu bertambah.
             Dengan adanya kerjasam tersebut, bimbingan untuk meningkatkan minat baca dapat dilakukan dengan dua cara yaitu bimbingan langsung dan bimbingan tidak langsung. Diman bimbingan langsung berarti guru atau pustakawan harus sering berhadapan langsung dengan siswa, apakah secara individu atau secara kelompok, dengan komunikasi dua arah yang cerdik, persoalan yang dihadapi siswa dapat dengan baik dipecahkan.
             Bimbingan tak langsung itu sendiri dilakukan dengan cara tidak perlu berhadapan langsung, melainkan dengan cara menyediakan  suasana belajar yang mendukung sehingga susunan dapat menemukan pemecahan masalahnya.
             Dari berbagai usaha untuk membina minat membaca siswa, para pendidik mulai menyadari betapa eratnya hubungan yang ada antara keterampilan membaca dan kegiatan membaca. Kegiatan membaca perlu diprogramkan dan diikuti dengan teknik-teknik membaca.
             Bimbingan membaca akan berlangsung baik dan lancar tergantung dari seorang pustakawan itu sendiri, di mana pustakawan harus mengetahui secara pribadi buku-buku di perpustakannya dan mencintai buku-buku dengan sungguh-sungguh, sehingga siswa yakin akan bimbingan yang diberikannya.
             Pustakawan yang antusias terhadap buku-buku dan perpustakaan yang menyediakan berbagai macam buku, akan mampu melaksanakan fungsinya, memberi bimbingan membaca terhadap siswa yang memiliki sifat, sikap dan minat.
             Bagi tingkatan sekolah yang lebih lanjut, yaitu disekolah lanjutan bimbingan dapat berbentuk latihan. Latihan mencari informasi dan bahan rujukan bagi tugas-tugas kelas. Selain itu, bimbingan membaca ditingkat lanjut dapat berupa pemberian petunjuk tentang cara-cara dan teknik menggunakan perpustakaan dengan baik. Dengan memiliki koleksi yang cukup sehingga mampu mendukung program bimbingan membaca untuk meningkatkan dan membangkitkan minat baca siswa.
             Minat baca siswa selanjutnya harus dikembangkan setelah perpustakaan itu menyediakan apa yang diperlukan siswa, dengan banyak membaca siswa akan mampu menyerap buku-buku yang dibacanya, mengembangkan dirinya sesuai dengan minatnya, menambah apa yang tidak diperoleh di dalam kelas. Siswa akan mengetahui bahwa pengetahuan itu tidak terbatas.
             Prestasi belajar dapat dicapai dari minat membaca. Seseorang yang tidak mampu membaca akan sangat terbelakang di dalam pencapaian prestasi belajarnya. Prestasi belajar yang memuaskan dapat dicapai dengan adanya bimbingan membaca secara terencana. Tanpa bimbingan membaca, tidak banyak yang bisa diperoleh dari belajar membaca “sendiri” atau “membaca bebas”. Dengan bimbingan yang antusiasme banyak hal-hal yang bisa dicapai oleh siswa baik untuk masa sekarang maupun masa depannya.
            Minat baca yang ditimbulkan dengan adanya perpustakaan penting agar siswa dengan sendirinya mampu mengembangkan minatnya untuk terus membaca. Meskipun didepan mereka disediakan cukup banyak bahan bacaan. Oleh karena itu sekolah dan perpustakaan harus selalu berusaha agar dapat menyediakan buku-buku yang menarik bidang minat membaca siswa. Sehingga minat baca akan terus bertahan meskipun orang dapat memperoleh informasi  dan hiburan dari televisi, radio, film dan lain-lain.
            Jika minat baca siswa bangkit dan menjadi lebih baik, tidak menutup kemungkinan siswa tersebut akan unggul dalam bidang akademik. Semestinya buku yang dibaca harus yang bersifat pengetahuan. Disamping itu hal yang paling pentingyakni kesadaran akan pentingnya pengetahuan selain sebagai kewajiban. Belajar juga kebutuhan bagi setiap siswa  karena sebagai siswa tidak tidak lepas dari pembelajaran dan tugas.
            Apabila kesadaran sudah tumbuh dalam pribadi masing- masing siswa. Minat baca akan selalu ada bersama seiring waktu. Seiring dengan itu juga minat baca siswa akan menjadi luas lagi. Perpustakaan tidak hanya dijadikan sebagai sarana yang hanya  sebagai pelengkap disekolah. Tetapi siswa yang memiliki minat baca yang tinggiakan menjadikan perpustakaan sebagai tempat belajar selain di kelas. Di perpustakaan kita dapat memperoleh lebih banyak lagi ilmu yang tidak didapat di kelas.
              Perpustakaan sangatlah penting dalam meningkatkan minat baca siswa terutama bagi mereka yang gemar membaca. Lalu agar dapat meningkatkan dan membangkitkan minat baca, kita harus mengubah pandangan bahwa berada diperpustakaan itu hal yang membosankan. Karena gemar membaca itu banyak gunannya.

Bersyukurlah, Maka Kamu akan Bahagia


Bersyukurlah, Maka Kamu Akan Bahagia

Alkisah, ada seorang pedagang kaya yang merasa dirinya tidak bahagia. Dari pagi-pagi buta, dia telah bangun dan mulai bekerja. Siang hari bertemu dengan orang-orang untuk membeli atau menjual barang. Hingga malam hari , dia masih sibuk dengan buku catatan dan mesin hitungnya. Menjelang tidur, dia masih memikirkan rencana kerja untuk keesokan harinya. Begitu hari-hari berlalu.
Suatu pagi sehabis mandi, saat berkaca, tiba-tiba dia kaget saat menyadari rambutnya mulai menipis dan berwarna abu-abu. “Akh. Aku sudah menua. Setiap hari aku bekerja, telah menghasilkan kekayaan begitu besar! Tetapi kenapa aku tidak bahagia? Ke mana saja aku selama ini?”
Setelah menimbang, si pedagang memutuskan untuk pergi meninggalkan semua kesibukannya dan melihat kehidupan di luar sana. Dia berpakaian layaknya rakyat biasa dan membaur ke tempat keramaian.
“Duh, hidup begitu susah, begitu tidak adil! Kita telah bekerja dari pagi hingga sore, tetapi tetap saja miskin dan kurang,” terdengar sebagian penduduk berkeluh kesah.
Di tempat lain, dia mendengar seorang saudagar kaya; walaupun harta berkecukupan, tetapi tampak sedang sibuk berkata-kata kotor dan memaki dengan garang. Tampaknya dia juga tidak bahagia.
Si pedagang meneruskan perjalanannya hingga tiba di tepi sebuah hutan. Saat dia berniat untuk beristirahat sejenak di situ, tiba-tiba telinganya menangkap gerak langkah seseorang dan teriakan lantang, “Huah! Tuhan, terima kasih. Hari ini aku telah mampu menyelesaikan tugasku dengan baik. Hari ini aku telah pula makan dengan kenyang dan nikmat. Terima kasih Tuhan, Engkau telah menyertaiku dalam setiap langkahku. Dan sekarang, saatnya hambamu hendak beristirahat.”
Setelah tertegun beberapa saat dan menyimak suara lantang itu, si pedagang bergegas mendatangi asal suara tadi. Terlihat seorang pemuda berbaju lusuh telentang di rerumputan. Matanya terpejam. Wajahnya begitu bersahaja.
Mendengar suara di sekitarnya, dia terbangun. Dengan tersenyum dia menyapa ramah, “Hai, Pak Tua. Silahkan beristirahat di sini.”
“Terima kasih, Anak Muda. Boleh bapak bertanya?” tanya si pedagang.
“Silakan.”
“Apakah kerjamu setiap hari seperti ini?”
“Tidak, Pak Tua. Menurutku, tak peduli apapun pekerjaan itu, asalkan setiap hari aku bisa bekerja dengan sebaik2nya dan pastinya aku tidak harus mengerjakan hal sama setiap hari. Aku senang, orang yang kubantu senang, orang yang membantuku juga senang, pasti Tuhan juga senang di atas sana. Ya kan? Dan akhirnya, aku perlu bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan atas semua pemberiannya ini”.
Teman-teman yang luar biasa,
Kenyataan di kehidupan ini, kekayaan, ketenaran, dan kekuasaan sebesar apapun tidak menjamin rasa bahagia. Bisa kita baca kisah hidup seorang maha bintang Michael Jackson yang meninggal belum lama ini, yang berhutang di antara kelimpahan kekayaannya. Dia hidup menyendiri dan kesepian di tengah keramaian penggemarnya;tidak bahagia di tengah hiruk pikuk bumi yang diperjuangkannya.
Entah seberapa kontroversial kehidupan Jacko. Tetapi, yah… setidaknya, dia telah berusaha berbuat yang terbaik dari dirinya untuk umat manusia lainnya.
Mari, jangan menjadi budaknya materi. Mampu bersyukur merupakan kebutuhan manusia. Mari kita berusaha memberikan yang terbaik bagi diri kita sendiri, lingkungan kita, dan bagi manusia-manusia lainnya. Sehingga, kita senantiasa bisa menikmati hidup ini penuh dengan sukacita, syukur, dan bahagia.

Siapa yang Kaya dan Siapa yang Miskin


Siapa yang Kaya dan Siapa yang Miskin

Suatu hari, seseorang yang sangat kaya mengajak anaknya ke suatu desa untuk . Mereka menginap beberapa hari di sebuah daerah pertanian yang sangat miskin.
Pada perjalanan pulang, sang Ayah bertanya kepada anaknya.
' Bagaimana perjalanan kali ini?'
' Wah, sangat luar biasa Ayah'
' Kau lihatkan betapa manusia bisa sangat miskin' kata ayahnya.
' Oh iya' kata anaknya
' Jadi, pelajaran apa yang dapat kamu ambil?' tanya ayahnya.
Kemudian si anak menjawab.
' saya saksikan bahwa kita hanya punya satu anjing, mereka punya empat.
Kita punya kolam renang yang luasnya sampai ketengah taman kita dan mereka memiliki telaga yang tidak ada batasnya.
Kita mengimpor lentera-lentera di taman kita dan mereka memiliki bintang-bintang pada malam hari.
Kita memiliki patio (kursi taman) sampai ke! halaman depan, dan mereka memiliki cakrawala secara utuh.
Kita memiliki sebidang tanah untuk tempat tinggal dan mereka memiliki ladang yang melampaui pandangan kita.
Kita punya pelayan-pelayan untuk melayani kita, tapi mereka melayani sesamanya.
Kita membeli untuk makanan kita, mereka menumbuhkannya sendiri.
Kita mempunyai tembok untuk melindungi kekayaan kita dan mereka memiliki sahabat-sahabat untuk saling melindungi.'
Mendengar hal ini sang Ayah tak dapat berbicara.
Kemudian sang anak menambahkan ' Terimakasih Ayah, telah menunjukan kepada saya betapa miskinnya kita.'

Friday, 4 September 2015

Pikirkan hal-hal yang membuatmu jatuh cinta kepadanya ketika kamu mulai merasa bosan.

Pikirkan hal-hal yang membuatmu jatuh cinta kepadanya ketika kamu mulai merasa bosan.Suamiku berprofesi sebagai insinyur mesin, Aku mencintainya karena sifatnya yang tegar, dan perasaan hangat dan nyaman saat Aku bersandar di bahunya yang bidang.
Tiga tahun berhubungan, dan sekarang sudah dua tahun kami menikah, aku harus mengakui, aku mulai lelah dengan semua ini. Alasan-alasanku mencintainya, sekarang telah berubah menjadi penyebab kelelahanku.

Aku perempuan yang sangat sentimental, dan sangat, sangat sensitif tentang hubungan cinta dan perasaanku, aku sangat mendambakan momen-momen romantis dalam hidupku. Suamiku, adalah orang yang sangat berlawanan sifatnya denganku, dan ketidakmampuannya membuat momen romantis dalam pernikahan kami telah menghancurkan perasaan cintaku kepadanya.

Suatu hari, akhirnya aku memutuskan untuk menyatakan keputusanku kepadanya. Aku ingin bercerai.
“Kenapa?” tanyanya, kaget.
“Aku lelah. Gak semua hal di dunia ini harus ada alasannya kan?!” Jawabku.
Suamiku hanya diam semalaman, sepertinya ia tenggelam dalam pikirannya, dan merokok sepanjang malam. Perasaan kecewaku hanya bertambah besar melihatnya seperti itu. Disana terlihat laki-laki yang bahkan tidak dapat mengekspresikan kekecewaannya, apa lagi yang aku harapkan dari dia? Akhirnya suamiku bertanya kepadaku.
“Apa yang bisa Aku lakukan untuk mengubah pikiranmu?”
Sepertinya yang orang-orang bilang itu benar, susah untuk mengubah kepribadian seseorang, dan kurasa, aku telah kehilangan kepercayaan dan cintaku kepadanya.
Aku melihat dalam ke matanya, dan perlahan ku jawab: “Aku punya pertanyaan, kalau Kamu bisa menjawabnya, dan meyakinkanku, Aku mungkin mengubah pikiranku. Seandainya ada bunga yang terletak di tepi jurang, dan mengambilnya bisa membahayakan nyawamu, maukah Kamu mengambilnya untukku?”
“Akan Aku jawab besok” Jawabnya, singkat.
Harapanku hancur mendengar jawabannya.
Keesokan harinya aku terbangun, dan dia sudah tidak ada. Kutemukan sepucuk surat dengan tulisan tangannya yang jelek, dibawah segelas susu di meja makan dekat pintu depan. Aku baca perlahan kata-katanya.
.....
“Sayangku, Aku tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi biarkan Aku menjelaskan alasanku..”
Baru kalimat pertama, tapi kekecewaanku semakin bertambah padanya. Kulanjutkan membaca.
“... Ketika kamu menggunakan komputer, kamu selalu bermasalah dengan program-programnya, kemudian Kamu menangis di depan monitor. Aku harus menjaga jariku, jadi aku bisa tetap membantumu memperbaiki programnya. Kamu selalu lupa membawa kunci pintu kalau keluar rumah, jadi Aku harus menjaga kakiku untuk berlari pulang agar Kamu bisa segera masuk ke dalam rumah. Kamu suka jalan-jalan, tapi Kamu selalu tersasar di tempat yang baru, jadi Aku harus menjaga mataku agar bisa memberitahu jalan yang benar. Kamu selalu keram setiap bulan saat “teman baikmu” datang, jadi Aku harus menjaga tanganku untuk mengelus perutmu dan meredakan rasa keram itu...”
“.....”
“... Kamu selalu suka untuk tetap di rumah, dan Aku khawatir Kamu tidak memiliki teman. Jadi Aku harus menjaga mulutku, agar bisa terus menceritakan cerita-cerita lucu untuk menghilangkan kebosananmu. Kau selalu suka menatap komputer, dan itu buruk untuk matamu. Jadi Aku harus smenjaga mataku, agar kalau kita tua nanti, aku bisa membantu memotong kukumu, dan membantumu menyibak ubanmu yang mengganggu, jadi Aku bisa memegang tanganmu, sambil memandang pantai berdua. Jadi kamu bisa menikmati sinar matahari, dan pasir yang indah... Jadi Aku bisa menceritakan kepadamu warna dari bunga-bunga, seperti rona wajahmu saat Kamu masih muda... Jadi, Sayangku, kecuali aku yakin ada orang lain yang mencintaimu lebih dari Aku... Aku tidak bisa memetik bunga itu, dan mati...”
Air mataku mengalir membasahi suratnya, dan merusak tinta di tulisannya sepanjang aku membaca...
“... Sekarang Kamu sudah selesai membaca jawabanku. Kalau kamu puas dengan jawabanku, tolong buka pintu depan, karena aku sedang berdiri menunggumu sambil membawa roti dan susu segar kesukaanmu...”
Aku bergegas menarik pintu, dan melihat wajahnya yang penasaran, memeluk erat botol susu dan roti dengan tangannya.
Sekarang aku sangat yakin, tidak ada orang yang bisa mencintaiku sebesar cintanya kepadaku, dan aku memilih untuk tetap bersamanya, meninggalkan bunga-bunga yang aku inginkan di belakang...
Begitulah hidup. Ketika seseorang dikelilingi oleh cinta, lama-lama perasaan bahagia itu pudar, dan dia tidak merasakan cinta sesungguhnya karena tertutup oleh kebosanan.
Cinta hadir dalam berbagai bentuk, bahkan dalam bentuk yang sangat kecil dan tidak terasa. Bisa jadi, cinta hadir dalam bentuk yang sangat membosankan. Bunga-bunga dan momen romantis hanya hal yang bisa dilihat dari kekuatan cinta. Namun dibalik itu semua, ada cinta yang sebenarnya..
Pandangi wajah pasanganmu jika Kau mulai merasa bosan. Pikirkan hal-hal yang membuatmu jatuh cinta kepadanya dulu..