Kepintaran seseorang dapat berawal dari kegiatan membaca. Kegiatan
membaca tidak hanya dilakukan sekali atau duakali tetapi beberapa kali. Untuk
mencapai hasil yang maksimal. Namun untuk mencapai itu semua tidak mudah dan
diperlukan keniatan akan minat baca itu sendiri yang berawal dari dalam diri
sendiri. Selain itu minat baca lebih lengkap dengan adanya perpustakaan.
Perpustakaan pada
umumnya memberikan layanan kepada siswa dengan cara bermacam-macam, tergantung
dari tingkat usia dan pendidikan mereka. Namun, karena siswa pada umumnya masih
sangat perlu diberi banyak motivasiuntuk senang membaca, maka pemberian layanan
yang berupa penyediaan berbagai bahan bacaan yang merangsang minat baca mereka
sangat diutamakan.
Bahan-bahan bacaan
yang dimaksud bukan hanya buku-buku pelajaran atau buku-buku yang diharuskan
oleh guru untuk dibaca, melainkan bahan-bahan bacaan yang dapat menarik minat
mereka untuk menyentuhnya dan kemudian membacanya.
Dengan kata lain
siswa dibiarkan untuk memilih sendiri buku-buku atau bacaan yang lainnya yang
disukai tanpa diperintah sehingga perpustakaan dapat meningkatkan minat baca
seorang siswa sangat rendah, tetapi dengan adanya perpustakaan semacam itu
diharapkan minat baca seorang siswa dapat meningkat dan membangkitkan minat
baca siswa.
Dalam mewujudkan
semua itu perpustakaan haruslah memperkaya perpustakaanya, sehingga siswa tidak
merasa bosan di perpustakaan. Di dalam perpustakaan harus adanya pustakawan
yang mampu mengarahkan atau menunjukan bahan-bahan pustaka, yang baik dan perlu
dibaca oleh setiap siswa. Setidaknya keinginan membaca dan belajar siswa terus
diikuti dan dikembangkan dengan cara menyediakan bahan-bahan pustaka yang cukup
bervariasi.
Perpustakaan yang
kaya akan bahan koleksi yang beraneka ragam akan sangat memperkaya pengalaman
batin dan intelektual siswa. Sehingga harus adanya kerja sama antara guru dan
pustakawan untuk memperoleh bantuan dari para orang tua siswa agar koleksi
perpustakaanya selalu bertambah.
Dengan adanya
kerjasam tersebut, bimbingan untuk meningkatkan minat baca dapat dilakukan
dengan dua cara yaitu bimbingan langsung dan bimbingan tidak langsung. Diman
bimbingan langsung berarti guru atau pustakawan harus sering berhadapan
langsung dengan siswa, apakah secara individu atau secara kelompok, dengan
komunikasi dua arah yang cerdik, persoalan yang dihadapi siswa dapat dengan
baik dipecahkan.
Bimbingan tak
langsung itu sendiri dilakukan dengan cara tidak perlu berhadapan langsung,
melainkan dengan cara menyediakan
suasana belajar yang mendukung sehingga susunan dapat menemukan
pemecahan masalahnya.
Dari berbagai usaha
untuk membina minat membaca siswa, para pendidik mulai menyadari betapa eratnya
hubungan yang ada antara keterampilan membaca dan kegiatan membaca. Kegiatan
membaca perlu diprogramkan dan diikuti dengan teknik-teknik membaca.
Bimbingan membaca
akan berlangsung baik dan lancar tergantung dari seorang pustakawan itu
sendiri, di mana pustakawan harus mengetahui secara pribadi buku-buku di
perpustakannya dan mencintai buku-buku dengan sungguh-sungguh, sehingga siswa
yakin akan bimbingan yang diberikannya.
Pustakawan yang
antusias terhadap buku-buku dan perpustakaan yang menyediakan berbagai macam
buku, akan mampu melaksanakan fungsinya, memberi bimbingan membaca terhadap
siswa yang memiliki sifat, sikap dan minat.
Bagi tingkatan
sekolah yang lebih lanjut, yaitu disekolah lanjutan bimbingan dapat berbentuk
latihan. Latihan mencari informasi dan bahan rujukan bagi tugas-tugas kelas.
Selain itu, bimbingan membaca ditingkat lanjut dapat berupa pemberian petunjuk
tentang cara-cara dan teknik menggunakan perpustakaan dengan baik. Dengan
memiliki koleksi yang cukup sehingga mampu mendukung program bimbingan membaca
untuk meningkatkan dan membangkitkan minat baca siswa.
Minat baca siswa
selanjutnya harus dikembangkan setelah perpustakaan itu menyediakan apa yang
diperlukan siswa, dengan banyak membaca siswa akan mampu menyerap buku-buku
yang dibacanya, mengembangkan dirinya sesuai dengan minatnya, menambah apa yang
tidak diperoleh di dalam kelas. Siswa akan mengetahui bahwa pengetahuan itu
tidak terbatas.
Prestasi belajar
dapat dicapai dari minat membaca. Seseorang yang tidak mampu membaca akan
sangat terbelakang di dalam pencapaian prestasi belajarnya. Prestasi belajar
yang memuaskan dapat dicapai dengan adanya bimbingan membaca secara terencana.
Tanpa bimbingan membaca, tidak banyak yang bisa diperoleh dari belajar membaca
“sendiri” atau “membaca bebas”. Dengan bimbingan yang antusiasme banyak hal-hal
yang bisa dicapai oleh siswa baik untuk masa sekarang maupun masa depannya.
Minat baca yang
ditimbulkan dengan adanya perpustakaan penting agar siswa dengan sendirinya
mampu mengembangkan minatnya untuk terus membaca. Meskipun didepan mereka
disediakan cukup banyak bahan bacaan. Oleh karena itu sekolah dan perpustakaan
harus selalu berusaha agar dapat menyediakan buku-buku yang menarik bidang
minat membaca siswa. Sehingga minat baca akan terus bertahan meskipun orang
dapat memperoleh informasi dan hiburan
dari televisi, radio, film dan lain-lain.
Jika minat baca
siswa bangkit dan menjadi lebih baik, tidak menutup kemungkinan siswa tersebut
akan unggul dalam bidang akademik. Semestinya buku yang dibaca harus yang
bersifat pengetahuan. Disamping itu hal yang paling pentingyakni kesadaran akan
pentingnya pengetahuan selain sebagai kewajiban. Belajar juga kebutuhan bagi
setiap siswa karena sebagai siswa tidak
tidak lepas dari pembelajaran dan tugas.
Apabila kesadaran
sudah tumbuh dalam pribadi masing- masing siswa. Minat baca akan selalu ada
bersama seiring waktu. Seiring dengan itu juga minat baca siswa akan menjadi
luas lagi. Perpustakaan tidak hanya dijadikan sebagai sarana yang hanya sebagai pelengkap disekolah. Tetapi siswa
yang memiliki minat baca yang tinggiakan menjadikan perpustakaan sebagai tempat
belajar selain di kelas. Di perpustakaan kita dapat memperoleh lebih banyak
lagi ilmu yang tidak didapat di kelas.
Perpustakaan
sangatlah penting dalam meningkatkan minat baca siswa terutama bagi mereka yang
gemar membaca. Lalu agar dapat meningkatkan dan membangkitkan minat baca, kita
harus mengubah pandangan bahwa berada diperpustakaan itu hal yang membosankan.
Karena gemar membaca itu banyak gunannya.
No comments:
Post a Comment