Sunday, 27 September 2015

Perpustakaan Sekolah Sebagai Pembangkit Minat Baca Siswa


Perpustakaan Sekolah Sebagai Pembangkit Minat Baca Siswa

              Kepintaran seseorang dapat berawal dari kegiatan membaca. Kegiatan membaca tidak hanya dilakukan sekali atau duakali tetapi beberapa kali. Untuk mencapai hasil yang maksimal. Namun untuk mencapai itu semua tidak mudah dan diperlukan keniatan akan minat baca itu sendiri yang berawal dari dalam diri sendiri. Selain itu minat baca lebih lengkap dengan adanya perpustakaan.
             Perpustakaan pada umumnya memberikan layanan kepada siswa dengan cara bermacam-macam, tergantung dari tingkat usia dan pendidikan mereka. Namun, karena siswa pada umumnya masih sangat perlu diberi banyak motivasiuntuk senang membaca, maka pemberian layanan yang berupa penyediaan berbagai bahan bacaan yang merangsang minat baca mereka sangat diutamakan.
             Bahan-bahan bacaan yang dimaksud bukan hanya buku-buku pelajaran atau buku-buku yang diharuskan oleh guru untuk dibaca, melainkan bahan-bahan bacaan yang dapat menarik minat mereka untuk menyentuhnya dan kemudian membacanya.
             Dengan kata lain siswa dibiarkan untuk memilih sendiri buku-buku atau bacaan yang lainnya yang disukai tanpa diperintah sehingga perpustakaan dapat meningkatkan minat baca seorang siswa sangat rendah, tetapi dengan adanya perpustakaan semacam itu diharapkan minat baca seorang siswa dapat meningkat dan membangkitkan minat baca siswa.
             Dalam mewujudkan semua itu perpustakaan haruslah memperkaya perpustakaanya, sehingga siswa tidak merasa bosan di perpustakaan. Di dalam perpustakaan harus adanya pustakawan yang mampu mengarahkan atau menunjukan bahan-bahan pustaka, yang baik dan perlu dibaca oleh setiap siswa. Setidaknya keinginan membaca dan belajar siswa terus diikuti dan dikembangkan dengan cara menyediakan bahan-bahan pustaka yang cukup bervariasi.
             Perpustakaan yang kaya akan bahan koleksi yang beraneka ragam akan sangat memperkaya pengalaman batin dan intelektual siswa. Sehingga harus adanya kerja sama antara guru dan pustakawan untuk memperoleh bantuan dari para orang tua siswa agar koleksi perpustakaanya selalu bertambah.
             Dengan adanya kerjasam tersebut, bimbingan untuk meningkatkan minat baca dapat dilakukan dengan dua cara yaitu bimbingan langsung dan bimbingan tidak langsung. Diman bimbingan langsung berarti guru atau pustakawan harus sering berhadapan langsung dengan siswa, apakah secara individu atau secara kelompok, dengan komunikasi dua arah yang cerdik, persoalan yang dihadapi siswa dapat dengan baik dipecahkan.
             Bimbingan tak langsung itu sendiri dilakukan dengan cara tidak perlu berhadapan langsung, melainkan dengan cara menyediakan  suasana belajar yang mendukung sehingga susunan dapat menemukan pemecahan masalahnya.
             Dari berbagai usaha untuk membina minat membaca siswa, para pendidik mulai menyadari betapa eratnya hubungan yang ada antara keterampilan membaca dan kegiatan membaca. Kegiatan membaca perlu diprogramkan dan diikuti dengan teknik-teknik membaca.
             Bimbingan membaca akan berlangsung baik dan lancar tergantung dari seorang pustakawan itu sendiri, di mana pustakawan harus mengetahui secara pribadi buku-buku di perpustakannya dan mencintai buku-buku dengan sungguh-sungguh, sehingga siswa yakin akan bimbingan yang diberikannya.
             Pustakawan yang antusias terhadap buku-buku dan perpustakaan yang menyediakan berbagai macam buku, akan mampu melaksanakan fungsinya, memberi bimbingan membaca terhadap siswa yang memiliki sifat, sikap dan minat.
             Bagi tingkatan sekolah yang lebih lanjut, yaitu disekolah lanjutan bimbingan dapat berbentuk latihan. Latihan mencari informasi dan bahan rujukan bagi tugas-tugas kelas. Selain itu, bimbingan membaca ditingkat lanjut dapat berupa pemberian petunjuk tentang cara-cara dan teknik menggunakan perpustakaan dengan baik. Dengan memiliki koleksi yang cukup sehingga mampu mendukung program bimbingan membaca untuk meningkatkan dan membangkitkan minat baca siswa.
             Minat baca siswa selanjutnya harus dikembangkan setelah perpustakaan itu menyediakan apa yang diperlukan siswa, dengan banyak membaca siswa akan mampu menyerap buku-buku yang dibacanya, mengembangkan dirinya sesuai dengan minatnya, menambah apa yang tidak diperoleh di dalam kelas. Siswa akan mengetahui bahwa pengetahuan itu tidak terbatas.
             Prestasi belajar dapat dicapai dari minat membaca. Seseorang yang tidak mampu membaca akan sangat terbelakang di dalam pencapaian prestasi belajarnya. Prestasi belajar yang memuaskan dapat dicapai dengan adanya bimbingan membaca secara terencana. Tanpa bimbingan membaca, tidak banyak yang bisa diperoleh dari belajar membaca “sendiri” atau “membaca bebas”. Dengan bimbingan yang antusiasme banyak hal-hal yang bisa dicapai oleh siswa baik untuk masa sekarang maupun masa depannya.
            Minat baca yang ditimbulkan dengan adanya perpustakaan penting agar siswa dengan sendirinya mampu mengembangkan minatnya untuk terus membaca. Meskipun didepan mereka disediakan cukup banyak bahan bacaan. Oleh karena itu sekolah dan perpustakaan harus selalu berusaha agar dapat menyediakan buku-buku yang menarik bidang minat membaca siswa. Sehingga minat baca akan terus bertahan meskipun orang dapat memperoleh informasi  dan hiburan dari televisi, radio, film dan lain-lain.
            Jika minat baca siswa bangkit dan menjadi lebih baik, tidak menutup kemungkinan siswa tersebut akan unggul dalam bidang akademik. Semestinya buku yang dibaca harus yang bersifat pengetahuan. Disamping itu hal yang paling pentingyakni kesadaran akan pentingnya pengetahuan selain sebagai kewajiban. Belajar juga kebutuhan bagi setiap siswa  karena sebagai siswa tidak tidak lepas dari pembelajaran dan tugas.
            Apabila kesadaran sudah tumbuh dalam pribadi masing- masing siswa. Minat baca akan selalu ada bersama seiring waktu. Seiring dengan itu juga minat baca siswa akan menjadi luas lagi. Perpustakaan tidak hanya dijadikan sebagai sarana yang hanya  sebagai pelengkap disekolah. Tetapi siswa yang memiliki minat baca yang tinggiakan menjadikan perpustakaan sebagai tempat belajar selain di kelas. Di perpustakaan kita dapat memperoleh lebih banyak lagi ilmu yang tidak didapat di kelas.
              Perpustakaan sangatlah penting dalam meningkatkan minat baca siswa terutama bagi mereka yang gemar membaca. Lalu agar dapat meningkatkan dan membangkitkan minat baca, kita harus mengubah pandangan bahwa berada diperpustakaan itu hal yang membosankan. Karena gemar membaca itu banyak gunannya.

No comments:

Post a Comment